Sebagai Ibukota Jawa Tengah, Semarang memang terkenal sebagai Kota Lunpia. Akan tetapi, Semarang juga punya banyak makanan khas yang mungkin sebagian belum pernah kali dengar sebelumnya. Berikut adalah rekomendasi berbagai makanan khas Semarang yang bisa kalian coba.
Tahu Gimbal
Sudah pasti berada di daftar pertama adalah Tahu Gimbal. Tahu gimbal merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari tahu goreng, gimbal (bakwan udang renyah), lontong, taoge, dan irisan kol yang kemudian disiram bumbu kacang dengan campuran petis udang. Rasanya gurih, manis, pedas dan otentik. Buat yang suka udang, wajib banget coba kuliner satu ini.
Di Semarang ada dua tahu gimbal legendaris yaitu Tahu Gimbal Lumayan Pak Man sejak 1950 dan Tahu Gimbal Pak Edi sejak 1970. Selain kedua tahu gimbal tersebut, tahu gimbal juga bisa kita temukan di banyak resto Semarang.
Bakmi Jowo
Mungkin ada yang akan bilang kalau di Jawa juga sudah pasti ada bakmi jowo, Jogja misalnya yang juga terkenal sama bakmi jowonya. Lalu apa yang membedakan bakmi jowo Semarang dengan bakmi jowo lainnya? Bakmi jowo Semarang cenderung kuahnya kecoklatan karena menggunakan kecap serta rasanya yang cenderung agak manis. Selain itu, biasanya disajikan dengan lauk pendamping serperti aneka sate-sate dari daging, uritan dan telur yang biasanya disajikan setengah matang dan bisa minta dibakar terlebih dahulu supaya lebih nikmat.

Bakmi Jowo yang cukup terkenal dan legendaris yang berada di tengah Kota Semarang ada Bakmi Jowo Pak Gareng sejak 1970 dan Bakmi Djowo Pak Doel Noemani sejak 1980. Bakmi jowo lainnya juga bisa kalian temukan di banyak lokasi di Semarang.
Babat Gongso & Nasi Goreng Babat
Meskipun tidak semua orang suka jeroan, tapi mungkin kalian bisa mencicipi babat gongso khas Semarang. Babat digongso atau dimasak tumis dengan bumbu kecap dengan aneka rempah dan biasanya dibuat pedas membuat seakan kita lupa bahwa kita sedang makan babat yang identik dengan bau amis dan tekstur yang berbuku-buku. Di tangan yang tepat, babat gongso jadi lebih lembut, manis, gurih dan nikmat saat disajikan dengan nasi putih hangat.

Selain itu, yang wajib kalian coba adalah nasi goreng babat yang umumnya selalu ada sebagai kesatuan dengan penjual babat gongso. Gurihnya nasi goreng berpadu dengan babat yang manis, sudah dijamin bakal menciptakan rasa yang berbeda. Kalian bisa coba babat gongso & nasgorbat (nasi goreng babat) di Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok yang sudah ada sejak 1977, Nasi Goreng Babat Pak Taman sejak 1986 dan Nasi Goreng Babat Pak Hengky sejak 1988.
Nasi Ayam
Nasi Ayam juga merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari nasi dengan suwiran ayam, sayur labu siam, telur pindang, dan ditambah dengan kuah opor. Biasanya nasi ayam ini disajikan dengan lauk pendamping seperti sate usus, sate hati, dan sebagainya. Nasi Ayam ini memiliki rasa yang cenderung manis dan gurih.

Ada beberapa nasi ayam legendaris di Kota Semarang, Nasi Ayam Bu Wido sejak 1960, Nasi Ayam Bu Nyoto sejak 1975 dan Nasi Ayam Bu Pini sejak 1975. Selain itu ada pula Nasi Ayam Kemuning Mbak Jum dan Nasi Ayam Bu Sami yang buka pada malam hari.
Nasi Koyor
Koyor merupakan bagian urat atau otot sapi di bagian lutut dan biasanya disamakan dengan kikil padahal keduanya berbeda. Di Semarang sendiri, nasi koyor juga cukup terkenal. Supaya tidak amis dan keras, koyor dimasak cukup lama dengan berbagai rempah. Hasilnya koyor yang gurih, dan teksturnya menjadi kenyal tapi lembut atau lumer di mulut. Biasanya koyor disajikan dengan gudeg, oseng kacang pajang dan sambal.

Tertarik mencoba nasi koyor? Di Semarang ada Nasi Koyor Kota Lama sejak 1955, Nasi Koyor Mak Mi sejak 1960, Nasi Koyor WM Sidorejo sejak 1980 serta Gudeg Koyor Mbak Tum sejak 1991.
Soto Semarang
Soto juga sering kita temukan diberbagai kota lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan ciri khas masing-masing. Soto Semarang sendiri dikenal dengan kuah yang bening, gurih, dan biasanya menggunakan daging ayam kampung. Soto Semarang biasanya disajikan dengan mangkuk yang lebih kecil dan terdapat berbagai lauk pendamping seperti sate kerang, sate ayam, sate usus, perkedel kentang, tempe goreng, dan keripik tempe.

Semarang punya beberapa rekomendasi soto, yaitu Soto Bokoran sejak 1949, Soto Bangkong 1950, Soto Ayam Dargo Pak Wito sejak 1955 dan Soto Ayam Pak Man sejak 1978.
Mie Kopyok
Mie kopyok mungkin salah satu yang jarang diketahui oleh banyak orang. Padahal mie kopypk merupakan makanan khas Semarang yang berupa mie kuning, lontong, taoge, irisan tahu pong dan taburan kerupuk gendar (kerupuk nasi) yang disiram dengan kuah bawang yang gurih. Nama “kopyok” berasal dari proses peracikannya, yaitu mie dikocok atau diaduk dalam air panas.
Di Semarang mie kopyok biasanya dijual seperti mie ayam dengan gerobakan dan biasa disebut juga mie teng-teng karena penjual membunyikan piring dengan bunyi teng-teng. Salah satu Mie Kopyok legendaris di Semarang adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur sejak 1970.
Lumpia / Lunpia
Lumpia atau Lunpia merupakan kuliner (jajanan) khas Semarang yang infonya merupakan akultirasi budaya Tionghoa dan Jawa. Lunpia ini berupa kulit tepung tipis berisi rebung, telur, udang, atau ayam bahkan kepiting. “Lun” berasal dari bahasa Hokkian yang berarti lunak/lembut, sedangkan “pia” berarti kue. Jadi lunpia merujuk pada kue yang lembut. Bila ditilik dari sejarah atau segi bahasa, lunpia ini memang seharusnya basah bukan goreng. Tapi, lunpia goreng yang renyah lebih menjadi favorit berbagai kalangan.

Beberapa lunpia yang terkenal dan legendaris di Semarang adalah Lunpia Gang Lombok sejak 1800-an, Lumpia Mbak Lien sejak 1930 dan Lunpia Cik Me Me sejak 1870.
Tahu Pong
Tahu pong merupakan makanan gorengan khas Semarang yang berupa tahu goreng berkulit kering dan berisi kopong ‘kosong’ (sehingga disebut tahu pong). Tahu pong ini biasanya disajikan dengan petis, kecap, acar lobak, dan cabai rawit. Sebagai tambahannya, bisa juga disajikan dengan telur goreng dan gimbal udang.

Dua tahu pong legendaris di Semarang adalah Tahu Pong Karangsaru sejak 1949 dan Tahu Pong Gajah Mada sejak 1950.
Tahu Petis
Tahu petis bisa dibilang sebagai jajanan khas Semarang dan Jawa Timur. Bedanya di Jawa Timur, petisnya biasanya lebih kuat sedangkan di Semarang biasanya lebih agak netral. Tahu petis ini berupa tahu pong yang kering dan renyah, kemudian diisi atau dicocol dengan sambal petis udang berwarna hitam yang bercita rasa manis, gurih, dan beraroma kuat karena biasanya ditambah dengan bawang putih. Sering juga tahu petis disajikan dengan cabai rawit hijau untuk rasa pedas.

Salah satu tahu petis legendaris di Semarang adalah Tahu Petis Prasojo sejak 1980.
Bandeng Presto Juwana
Bandeng Presto Juwana sebenernya berasal dari Juwana, Pati tapi cukup terkenal di Semarang. Bandeng presto merupakan ikan bandeng yang dimasak dengan bumbu rempah dan dimasak menggunakan panci presto sehingga durinya lunak dan aman dimakan. Bandeng presto ini lebih nikmat saat disajikan dengan sambal terasi manis.
Kalian bisa menemukan bandeng presto juwana di Bandeng Juwana Elrina sejak 1981 atau bisa menikmatinya langsung di Dyriana Bakery & Café sejak 1986.
Wingko Babat
Wingko babat sebenarnya berasal dari Babat, Lamongan tapi menjadi sangat terkenal setelah dibawa ke Semarang dan bahkan menjadi salah satu Kuliner khas Semarang. Wingko Babat terbuat dari kelapa parut, tepung ketan dan gula yang menghasilkan cita rasa manis dan gurih. Wingko Babad yang terkenal dan legendaris di Semarang adalah Wingko Babad Cap Kereta Api yang sudah ada sejak tahun 1944-1946.
Pisang Plenet
Pisang plenet juga merupakan jajanan legendaris khas Semarang. Plenet berasal dari Bahasa Jawa yang berarti ‘dipipihkan’. Cara membuatnya, pisang dibakar terlebih dahulu kemudian diplenet dan diberi varian rasa atau gula kemudian dibakar lagi. Hasilnya, pisang plenet manis dan smokey. Pisang yang digunakan untuk pisang plenet hanya pisang kepok.

Dua pisang planet legendaris di Semarang adalah Pisang Plenet Pak Subandi sejak 1975 dan Pisang Plenet Pak Yuli sejak 1970.
Demikian, informasi rekomendasi kuliner khas Semarang. Cek informasi lainnya mengenai 25 Kuliner Legendaris di Semarang atau Kuliner Viral di Semarang.
