Kalau hanya punya waktu dua hari di Semarang, saya rasa kamu tetap bisa menikmati sisi terbaik kota ini tanpa harus terburu-buru. Kuncinya bukan mengunjungi sebanyak mungkin tempat, melainkan memilih destinasi yang lokasinya saling berdekatan sehingga waktu lebih banyak dihabiskan untuk menikmati suasana daripada terjebak macet.
Itinerary ini saya susun berdasarkan alur perjalanan yang realistis. Mulai dari sarapan legendaris, menikmati kopi di roastery lokal, berburu spot foto di Kota Lama, mencicipi kuliner malam, hingga berbelanja oleh-oleh sebelum pulang. Rute ini juga cocok untuk wisatawan dari luar kota yang datang menggunakan kereta, pesawat, maupun kendaraan pribadi.
Gambaran Budget yang Perlu Disiapkan
| Kebutuhan | Estimasi |
| Kuliner 2 hari | Rp250.000–Rp450.000 |
| Coffee & camilan | Rp70.000–Rp150.000 |
| Tiket Lawang Sewu | Rp30.000–Rp50.000 |
| Oleh-oleh | Rp150.000–Rp500.000 |
| Transportasi dalam kota | Rp100.000–Rp250.000 |
Total budget di luar hotel: sekitar Rp600.000–Rp1.300.000 per orang, tergantung pilihan kuliner dan oleh-oleh.
Hari Pertama: Menikmati Semarang Tempo Dulu hingga Suasana Kota Lama
07.00 – Sarapan Legendaris di STMJ Karangdoro atau Susu Murni Tempo Doeloe
Saya selalu menyarankan memulai hari dengan sarapan ringan di salah satu tempat legendaris ini.
Pilihan 1: STMJ Karangdoro 1950
Tempat ini sudah menjadi favorit warga Semarang selama puluhan tahun. Menu STMJ (Susu, Telur, Madu, Jahe) disajikan hangat dan cocok dinikmati saat pagi.
Harga
Rp18.000–Rp35.000
Lokasi
Jl. Raden Patah No.112, Rejomulyo, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50227
Pilihan 2: Susu Murni Tempo Doeloe 1960
Kalau ingin suasana yang lebih klasik, tempat ini menawarkan berbagai olahan susu murni dengan roti bakar dan camilan sederhana.
Budget
Rp20.000–Rp45.000
Lokasi
Jl. MT. Haryono No.734, Karangturi, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50136
08.30 – Ngopi di Dharma Boutique Roastery, Rumah Kopi Tertua di Indonesia sejak 1915
Setelah sarapan, lanjutkan ngopi ke Dharma Boutique Roastery.
Bagi pecinta kopi, tempat ini menarik karena menggunakan biji kopi pilihan dengan proses roasting sendiri. Interiornya minimalis dan tenang, cocok untuk memulai hari sebelum berkeliling kota.
Budget
Rp35.000–Rp80.000
Lokasi
Jl. Wotgandul Barat No.14, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50137
10.00 – Soto Bokoran, Sarapan yang Sulit Dilewatkan sejak 1949
Meskipun sudah ngopi, rasanya kurang lengkap kalau belum mencoba Soto Bokoran.
Kuahnya bening dengan rasa gurih yang ringan. Cocok untuk wisatawan yang ingin mencicipi soto khas Semarang tanpa rasa yang terlalu berat.
Harga
Rp15.000–Rp50.000
Lokasi
Jl. Plampitan No.55, Bangunharjo, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50138
11.00 – Berburu Batik di Kampung Batik Gedong Semarang
Sebelum menuju kawasan Kota Lama, sempatkan mampir ke Kampung Batik.
Yang saya sukai dari tempat ini adalah kamu bisa melihat langsung berbagai motif batik khas Semarang yang berbeda dari batik Solo maupun Pekalongan. Beberapa pengrajin juga membuka workshop sederhana sehingga pengunjung bisa melihat proses pembuatannya.
Tips
Jika ingin membeli batik sebagai oleh-oleh, harganya sering kali lebih bersahabat dibanding pusat perbelanjaan.
Lokasi
Jl. Batik No.698A, Rejomulyo, Kec. Semarang Tim., Kota Semarang, Jawa Tengah 50227
12.30 – Makan Siang di Tahu Gimbal Pak Man yang Legendaris sejak 1950an
Tahu Gimbal adalah salah satu ikon kuliner Semarang.
Versi Pak Man terkenal dengan bumbu kacangnya yang kental, udangnya yang besar, serta dimasak saat ada pembeli.

Harga
Rp35.000–Rp50.000
Lokasi
Jl. Plampitan No.54, Bangunharjo, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50139
Tips
Hindari kesini tepat jam makan siang karena tempat makan yang terbatas dan antriannya yang cukup panjang.
Sore Hari Menjelajahi Kota Lama Semarang
14.00 – Menikmati Suasana Kota Lama
Inilah waktu yang paling saya tunggu setiap kali ke Semarang.
Sore hari menjadi momen terbaik untuk berjalan kaki di Kota Lama karena cuaca mulai bersahabat. Kamu bisa menyusuri bangunan-bangunan bergaya kolonial sambil menikmati suasana yang berbeda dari pusat kota modern.

Spot yang layak disinggahi
- Spiegel Bar & Bistro untuk menikmati arsitektur ikonik.
- KOV Koffie bagi pencinta kopi dengan suasana klasik-modern.
- Auto Hauz Coffee yang terkenal dengan konsep otomotif dan desain industrial.
- Galeri seni, toko souvenir, serta sudut-sudut jalan yang fotogenik.
Tips
Luangkan sekitar 2–3 jam agar tidak terburu-buru.
18.30 – Makan Malam, Pilih Sesuai Selera
Opsi 1: Nasi Goreng Babat Pak Karmin sejak 1971
Pilihan paling legendaris.
Babatnya empuk, bumbu nasi gorengnya kaya rempah dengan aroma khas yang menggugah selera.

Harga
Rp35.000–Rp55.000
Lokasi
Jl. Pemuda No.2, Dadapsari, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah 50188
Opsi 2: Nasi Goreng Babat Pak Di sejak 1950
Karakter rasanya sedikit berbeda dengan cita rasa yang lebih gurih dan smokey.
Harga
Rp35.000–Rp50.000
Lokasi
Jl. K.H. Wahid Hasyim, Kranggan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50139
21.00 – Menutup Hari dengan Kuliner Malam
Kalau masih punya tenaga, lanjutkan ke salah satu tempat berikut.
Angkringan Pak Gik sejak 1967
Pilihan menu sangat beragam mulai dari nasi kucing, sate usus, sate telur puyuh, hingga aneka gorengan.

Budget sekitar Rp20.000–Rp50.000
atau
Nasi Pedas Bu Mami
Cocok untuk pencinta makanan pedas dengan banyak pilihan lauk.
Budget sekitar Rp25.000–Rp60.000
Lokasi
Keduanya berada di sekitaran Blok GM (Blok Gajah Mada) Semarang.
Hari Kedua: Wisata Ikonik, Kuliner Favorit, dan Belanja Oleh-Oleh
07.30 – Sarapan di Prembaen, Pasar Tertua di Semarang sejak 1920
Prembaen merupakan salah satu tempat sarapan favorit warga lokal.
Menu yang bisa dicoba antara lain jamu jun, nasi jagung, ramesan hingga berbagai jajanan pasar.

Budget
Rp25.000–Rp50.000
09.00 – Es Krim Tolak Angin, Unik dan Menyegarkan
Sebelum melanjutkan perjalanan, sempatkan mencoba Es Krim Tolak Angin yang cukup viral.
Rasa herbal khas Tolak Angin dipadukan dengan es krim menghasilkan sensasi yang unik tanpa terasa berlebihan.

Lokasinya berada di Mall Tentrem Semarang jadi bisa sekalian mendinginkan badan sebelum lanjut ke tempat selanjutnya
Budget
Rp25.000–Rp40.000
10.00 – Lawang Sewu dan Tugu Muda
Dua ikon Semarang ini berada dalam satu kawasan sehingga mudah dijelajahi sekaligus.
Saya menyarankan masuk ke Lawang Sewu terlebih dahulu untuk mengikuti tur singkat mengenai sejarah bangunan. Setelah itu, berjalan kaki menuju Tugu Muda yang berada tepat di depannya.

Tiket Lawang Sewu: sekitar Rp30.000–Rp50.000.
Waktu terbaik: pagi hingga menjelang siang saat cahaya alami membuat interior bangunan terlihat lebih indah untuk difoto.
13.00 – Makan Siang, Ada Dua Pilihan Menarik
Ayam Bakar Taliwang
Cocok bagi pencinta ayam berbumbu pedas dengan cita rasa khas Lombok.

Golden Geisha
Menawarkan menu Jepang dengan presentasi menarik dan interior yang estetik.
Budget makan siang sekitar Rp60.000–Rp150.000 per orang.
15.00 – Mencari Oleh-Oleh Sebelum Pulang
Bandeng Juwana Elrina
Tempat yang hampir selalu masuk daftar wajib wisatawan.
Produk favorit:
- Bandeng presto
- Otak-otak bandeng
- Wingko babat
- Lumpia beku
- Moaci
Iki Kuwe Souvenir
Kalau ingin mencari suvenir khas Semarang selain makanan, toko ini memiliki koleksi kaus, aksesori, hingga kerajinan lokal.
Siapkan budget sekitar Rp150.000–Rp500.000 tergantung jumlah oleh-oleh yang dibeli.
18.00 – Makan Malam Penutup
Opsi 1: Ayam Goreng Pak Supar sejak 1974
Ayam kampung goreng dengan sambal yang menjadi favorit warga lokal.

Harga sekitar Rp35.000–Rp60.000.
Opsi 2: Ayam Goreng Pak Paimin sejak 1995
Pilihan lain yang terkenal dengan ayam goreng berbumbu meresap dan lalapan segar.
Harga sekitar Rp35.000–Rp60.000.
Sebelum Pulang, Jangan Lewatkan Kuliner Malam Terakhir
Kalau kereta atau penerbanganmu masih malam, sempatkan mampir ke salah satu tempat berikut.
Bakmi Jowo Doel Noemani sejak 1980
Bakmi godog dengan aroma arang yang khas menjadi menu favorit di sini.

Harga sekitar Rp35.000–Rp60.000.
atau
Mie Ayam Pak Teguh sejak 1989
Pilihan sederhana tetapi selalu ramai karena mie kenyal dengan topping ayam yang melimpah.

Harga sekitar Rp25.000–Rp45.000.
Kenapa Itinerary Ini Efisien?
Rute ini disusun agar perjalanan mengalir tanpa banyak bolak-balik:
- Hari pertama fokus di kawasan pusat kota, Kampung Batik, dan Kota Lama yang lokasinya relatif berdekatan.
- Hari kedua menggabungkan Lawang Sewu, Tugu Muda, pusat kuliner, dan toko oleh-oleh sebelum kembali ke stasiun, bandara, atau melanjutkan perjalanan.
Dengan pola ini, waktu lebih banyak digunakan untuk menikmati destinasi daripada berpindah lokasi.
Tips Agar Liburan 2 Hari di Semarang Lebih Maksimal
- Gunakan transportasi online agar lebih praktis jika tidak membawa kendaraan.
- Datang ke Kota Lama mulai pukul 15.30 untuk mendapatkan cahaya terbaik saat berfoto.
- Hindari jam makan siang (12.00–13.30) di restoran legendaris jika tidak ingin mengantre terlalu lama.
- Sisihkan ruang di koper karena oleh-oleh khas Semarang cukup beragam dan menggoda untuk dibeli.
- Jika datang pada musim hujan, bawalah payung lipat karena sebagian aktivitas dilakukan dengan berjalan kaki.
FAQ
Apakah itinerary ini cocok untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Semarang?
Ya. Rute ini mencakup ikon wisata, kuliner legendaris, coffee shop lokal, hingga pusat oleh-oleh sehingga memberikan gambaran lengkap tentang Semarang dalam waktu singkat.
Berapa budget yang ideal untuk mengikuti itinerary ini?
Di luar biaya hotel, siapkan sekitar Rp600.000–Rp1.300.000 per orang, tergantung pilihan restoran dan jumlah oleh-oleh yang dibeli.
Apakah itinerary ini bisa menggunakan transportasi umum?
Bisa. Lokasi utama dapat dijangkau menggunakan taksi online atau transportasi umum, dengan jarak antar destinasi yang relatif dekat.
Kapan waktu terbaik berkunjung ke Semarang?
Musim kemarau dan akhir pekan panjang menjadi waktu favorit, tetapi jika ingin suasana lebih lengang, pilih hari kerja. Sore hari di Kota Lama dan pagi hari di Lawang Sewu adalah waktu terbaik untuk menikmati suasana sekaligus mendapatkan pencahayaan yang bagus untuk fotografi.
Kesimpulan
Menurut saya, itinerary 2 hari 1 malam ini memberikan keseimbangan antara wisata sejarah, pengalaman kuliner, budaya lokal, dan belanja oleh-oleh. Kamu tidak hanya mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Kota Lama dan Lawang Sewu, tetapi juga mencicipi kuliner yang sudah menjadi bagian dari identitas Semarang—mulai dari STMJ Karangdoro, Soto Bokoran, Tahu Gimbal Pak Man, hingga Nasi Goreng Babat Pak Karmin.
Jika ini adalah kunjungan pertamamu ke Semarang, rute ini sangat layak dijadikan acuan karena efisien, realistis, dan mampu menghadirkan pengalaman yang terasa lengkap tanpa harus terburu-buru. Dengan sedikit penyesuaian sesuai jam kedatangan dan keberangkatan, itinerary ini juga mudah diadaptasi untuk liburan akhir pekan bersama pasangan, keluarga, maupun teman.
Temukan berbagai informasi seputar kuliner Semarang maupun informasi tentang akomodasi srta transportasi di Semarang di Trip.com.

