Mengapa Kuliner Kota Lama Selalu Menarik?
Berjalan kaki di Kota Lama Semarang rasanya belum lengkap tanpa mampir ke tempat makan yang sudah puluhan tahun menemani kawasan ini. Saya justru merasa daya tarik Kota Lama bukan hanya bangunan kolonialnya, tetapi juga warung-warung yang tetap mempertahankan resep lama di tengah perkembangan kota.
Menariknya, kuliner legendaris di sekitar Kota Lama sangat beragam. Kamu bisa sarapan nasi mangut, makan siang dengan nasi koyor atau gule kambing, lalu menutup hari dengan nasi goreng babat atau menikmati es krim klasik di Toko Oen.
Kalau hanya punya waktu sehari di Kota Lama, tujuh tempat berikut menurut saya adalah yang paling layak dicoba.
1. Sate & Gule Kambing 29, Ikon Kuliner di Depan Kota Lama sejak tahun 1962
Kalau ada satu tempat makan yang hampir selalu muncul dalam daftar kuliner legendaris Semarang, Sate Kambing 29 adalah jawabannya.
Lokasinya berada tepat di Jalan Letjen Suprapto, tidak jauh dari Gereja Blenduk sehingga sangat mudah dijangkau setelah berkeliling Kota Lama.
Yang membuatnya bertahan hingga sekarang adalah kualitas daging kambing yang empuk dan minim aroma prengus.
Menu favorit
- Sate kambing
- Sate buntel
- Gule kambing
- Sop kaki kambing
Kisaran harga
Rp50.000–Rp95.000 per orang.
Saran
Datang pagi sebelum pukul 12.00 atau setelah jam makan siang biasanya lebih nyaman karena antrean belum terlalu panjang.
2. Gule Bustaman Pak Sabar, Gule Kambing dengan Cita Rasa Khas sejak tahun 1972
Berbeda dengan gulai pada umumnya yang menggunakan santan kental, Gule Bustaman memiliki kuah yang lebih ringan sehingga rasa rempah dan daging terasa lebih menonjol.
Warung ini berasal dari Kampung Bustaman, kawasan yang memang terkenal sebagai sentra olahan kambing di Semarang sejak lama. Dan di Kota Lama lokasinya berada di belakang Gereja Blendoek Semarang.
Isiannya biasanya terdiri dari:
- Daging kambing
- Jeroan
- Tulang muda
Harga
Sekitar Rp25.000–Rp40.000.
Saran
Menurut saya, menu ini cocok untuk makan siang setelah menjelajahi Kota Lama karena tidak terasa terlalu berat. Selain itu menu disini cocok buat yang mau makan olahan kambing tapi tidak mau yang bersantan.
3. Warung Nasi Koyor Kota Lama, Kuliner Khas yang Sulit Ditemukan di Kota Lain sejak tahun 1955
Kalau ingin mencicipi makanan yang benar-benar identik dengan Semarang, nasi koyor wajib masuk daftar.
Koyor adalah bagian urat sapi yang dimasak hingga empuk lalu disiram kuah santan berbumbu.
Teksturnya memang sedikit kenyal, tetapi justru menjadi daya tarik utamanya.
Lokasi nasi koyor kota lama berada di samping Gedung Marba.

Menu favorit
- Nasi koyor
- Babat
- Paru
- Telur bacem
Harga
Rp25.000–Rp40.000.
Saran
Kalau kesini wajib pagi hari karena siang hari biasanya sudah habis. Jadi tidak disarankan kesini sore hari.
4. Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok, Legenda yang Selalu Mengundang Antrean sejak tahun 1971
Kalau sedang melewati jembatan Mberok, aroma nasi goreng dari warung Pak Karmin langsung menarik perhatian.
Nasi goreng babat di sini terkenal karena menggunakan teknik gongso yang menghasilkan aroma sedikit smoky dan bumbu yang meresap.
Selain babat, tersedia pula pilihan ayam atau telur bagi yang kurang menyukai jeroan.

Harga
Rp30.000–Rp45.000.
Saran
Antrian pada akhir pekan cukup panjang tapi cukup sepadan dengan rasa nasi gorengnya.
5. Warung Makan Nasi Mangut Sejak 1989, Sarapan Favorit Warga Lokal
Tidak banyak wisatawan yang mengetahui tempat ini karena jam bukanya cukup singkat dan lokasinya yang cukup ’nyempil‘.
Mangut yang disajikan memiliki kuah santan berbumbu dengan cita rasa gurih dan sedikit pedas.
Biasanya dipadukan dengan:
Harga
Rp20.000–Rp35.000.
Saran
Datang pagi antara pukul 06.00–08.00 karena warung biasanya sudah tutup sebelum siang.
6. Toko Oen, Menikmati Es Krim di Restoran Legendaris sejak tahun 1936
Kalau ingin merasakan suasana kolonial yang masih terjaga, Toko Oen hampir selalu menjadi tujuan utama.
Lokasinya yang cukup strategis di Jalan Pemuda dekat dengan Kota Lama menjadikan Toko Oen favorit bagi wisatawan.
Menu yang banyak dipesan antara lain:
- Es krim homemade
- Bistik lidah
- Nasi goreng Oen
- Poffertjes

Harga
Rp35.000–Rp125.000.
Saran
Menurut saya, Toko Oen bukan sekadar tempat makan, tetapi bagian dari pengalaman menikmati sejarah Kota Lama.
Apabila dirasa Toko Oen terlalu jauh, di dalam area Kota lama terdapat Oud En Nieuw by Toko Oen yang menempati gedung tua eks GKBI.
7. Soto Sapi Pak Keri, Penutup yang Hangat Setelah Berjalan Kaki sejak 1958
Setelah seharian berkeliling Kota Lama, semangkuk soto hangat menjadi pilihan yang pas atau bahkan sebelum mulai berkeliling Kota Lama.
Soto Pak Keri menggunakan kuah bening dengan irisan daging sapi yang cukup melimpah.
Pelengkapnya sederhana:
- Bawang goreng
- Seledri
- Jeruk nipis
- Sambal

Harga
Rp20.000–Rp30.000.
Saran
Soto di Semarang identik dengan menu sarapan, jadi lebih baik kesini pada pagi hari.
Perbandingan Kuliner Legendaris Kota Lama Semarang
| Tempat | Menu Andalan | Kisaran Harga | Cocok Untuk |
| Sate & Gule Kambing 29 | Sate kambing | Rp50–95 ribu | Makan siang |
| Gule Bustaman Pak Slamet | Gule kambing | Rp25–40 ribu | Pecinta kambing |
| Warung Nasi Koyor Kota Lama | Nasi koyor | Rp25–40 ribu | Kuliner khas |
| Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok | Nasi goreng babat | Rp30–45 ribu | Makan malam |
| Warung Makan Nasi Mangut Sejak 1989 | Nasi mangut | Rp20–35 ribu | Sarapan |
| Toko Oen | Es krim & bistik | Rp35–125 ribu | Bersantai |
| New Soto Sapi Pak Keri | Soto sapi | Rp20–30 ribu | Makan ringan |
Tips Wisata Kuliner di Kota Lama Semarang
Saya biasanya menyusun rute agar tidak bolak-balik dan bisa menikmati kawasan dengan santai.
- Datang pagi jika ingin sarapan di Nasi Mangut Sejak 1989, Nasi Koyor Kota Lama atau New Soto Pak Keri.
- Lanjutkan berjalan kaki menuju kawasan Kota Lama untuk berfoto sebelum cuaca terlalu panas.
- Makan siang di Sate Kambing 29 atau Gule Bustaman.
- Sore hari mampir ke Toko Oen untuk menikmati es krim klasik sambil beristirahat.
- Kalau masih berada di Semarang hingga malam, tutup perjalanan dengan Nasi Goreng Babat Pak Karmin.
Dengan rute seperti ini, kamu bisa menikmati wisata sejarah sekaligus mencicipi beberapa kuliner paling ikonik tanpa harus berpindah kawasan terlalu jauh.
Apakah Kuliner Legendaris Kota Lama Semarang Worth It?
Menurut saya, jawabannya ya. Ketujuh tempat makan ini bukan hanya menawarkan makanan enak, tetapi juga mewakili perjalanan panjang sejarah kuliner Semarang.
Kalau baru pertama kali datang, saya akan memprioritaskan Sate & Gule Kambing 29, Nasi Goreng Babat Pak Karmin, dan Toko Oen karena ketiganya menjadi ikon yang paling sering dicari wisatawan. Setelah itu, luangkan waktu untuk mencoba Nasi Koyor Kota Lama atau Gule Bustaman agar mendapatkan pengalaman yang lebih autentik sebagai kuliner khas Semarang.
Dengan budget sekitar Rp150.000–Rp250.000 per orang, kamu sudah bisa menikmati beberapa kuliner legendaris sekaligus menjelajahi suasana heritage Kota Lama yang menjadi salah satu daya tarik utama Semarang.
FAQ
Apa kuliner paling legendaris di Kota Lama Semarang?
Ketujuh tempat makan yang disebutkan diatas merupakan kuliner legendaris yang masih bertahan sampai saat ini.
Apakah semua tempat makan berada di dalam kawasan Kota Lama?
Sebagian berada tepat di kawasan Kota Lama, sementara beberapa lainnya berada di sekitarnya dengan jarak tempuh hanya sekitar 5–10 menit berkendara atau berjalan kaki.
Berapa budget wisata kuliner di Kota Lama?
Jika ingin mencoba dua hingga tiga tempat makan dalam satu hari, siapkan anggaran sekitar Rp150.000–Rp250.000 per orang, tergantung pilihan menu dan minuman.
Kapan waktu terbaik berburu kuliner di Kota Lama Semarang?
Pagi hingga sore cocok untuk menikmati Nasi Mangut, Nasi Koyor, Gule Bustaman, dan Toko Oen. Sementara malam hari adalah waktu terbaik untuk mencicipi Nasi Goreng Babat Pak Karmin dengan suasana Kota Lama yang lebih hidup.
Temukan berbagai informasi Kuliner Semarang ataupun rekomendasi hotel Semarang di Trip.Com.
