Makanan Khas Semarang – Semarang bukan cuma terkenal dengan Kota Lama, Lawang Sewu, atau bangunan bersejarah yang cocok masuk galeri foto. Kalau saya boleh jujur, ada satu hal lain yang membuat kota ini selalu menarik untuk dijelajahi, yaitu kulinernya. Dari makanan berkuah yang hangat sampai camilan manis yang cocok dijadikan oleh-oleh, makanan khas Semarang punya daya tarik tersendiri yang sayang dilewatkan.
Bayangkan, setelah puas berjalan-jalan menyusuri Kota Lama, Kamu mampir untuk menikmati lumpia hangat dengan isian rebung yang gurih. Besok paginya, giliran mencicipi nasi ayam dengan kuah santan yang kaya rasa, lalu menutup petualangan kuliner dengan wingko babat sebagai buah tangan. Rasanya, urusan mengisi perut bisa menjadi agenda wisata tersendiri. Bahkan, bisa-bisa rencana jalan-jalan yang awalnya cuma setengah hari malah molor gara-gara terlalu banyak tempat makan yang ingin disambangi!
Kalau Kamu sedang mencari makanan terkenal di Semarang, ingin berburu makanan enak di Semarang, atau masih bingung menentukan rekomendasi makanan khas Semarang untuk dicoba pertama kali, artikel ini cocok untuk Kamu. Saya akan mengajak Kamu mengenal 13 pilihan kuliner yang layak masuk daftar wisata kuliner, mulai dari hidangan gurih seperti tahu gimbal dan babat gongso hingga lumpia yang sudah identik dengan Kota Atlas. Siapkan perut dan catatan kecilmu, ya. Sebab, membaca daftar ini saja mungkin sudah cukup membuat Kamu ingin segera berangkat ke Semarang!
13 Daftar Makanan Khas Semarang yang Punya Cita Rasa Istimewa
Setiap daerah punya ciri khas kuliner, begitu juga Semarang. Menariknya, makanan di kota ini tidak melulu soal rasa manis atau gurih, tetapi juga perpaduan bumbu, tekstur, dan pengaruh budaya yang membentuk karakter unik setiap hidangan. Ada makanan yang cocok disantap sebagai sarapan, menu makan siang yang mengenyangkan, hingga camilan yang pas dinikmati sambil beristirahat setelah berkeliling kota.
Supaya Kamu tidak bingung menentukan pilihan, saya sudah merangkum 13 daftar makanan khas Semarang yang patut dicoba saat berkunjung. Daftar ini bisa menjadi panduan awal untuk menyusun agenda wisata kuliner, baik Kamu baru pertama kali datang maupun sudah beberapa kali menginjakkan kaki di Semarang. Siapa tahu, ada hidangan yang selama ini belum pernah Kamu coba atau justru menjadi alasan untuk kembali lagi!
Tahu Gimbal, Perpaduan Gurih dan Saus Kacang yang Menggoda
Sudah pasti berada di daftar pertama adalah Tahu Gimbal. Tahu gimbal merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari tahu goreng, gimbal (bakwan udang renyah), lontong, taoge, dan irisan kol yang kemudian disiram bumbu kacang dengan campuran petis udang. Rasanya gurih, manis, pedas dan otentik. Buat yang suka udang, wajib banget coba kuliner satu ini. Di Semarang ada dua tahu gimbal legendaris yaitu Tahu Gimbal Lumayan Pak Man sejak 1950 dan Tahu Gimbal Pak Edi sejak 1970. Selain kedua tahu gimbal tersebut, tahu gimbal juga bisa kita temukan di banyak resto Semarang.
Baca Juga:
Itinerary Semarang 2 Hari 1 Malam
12 Spot Foto Terbaik di Kota Lama Semarang
Oleh-Oleh Semarang: 10 Buah Tangan Khas yang Wajib Dibeli Saat Berkunjung
Bakmi Jowo
Meski bakmi Jawa juga terkenal di Yogyakarta dan beberapa daerah lain, makanan khas Semarang ini memiliki karakter yang berbeda. Bakmi Jowo Semarang dikenal dengan kuah berwarna kecokelatan karena penggunaan kecap yang lebih dominan. Rasanya cenderung gurih dengan sentuhan manis yang pas, sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan. Baik disajikan dalam versi kuah maupun goreng, aroma bumbu yang dimasak di atas tungku masih menjadi daya tarik utamanya.
Hal lain yang membuat Bakmi Jowo Semarang semakin istimewa adalah pilihan lauk pendampingnya. Biasanya semangkuk bakmi disajikan bersama sate ayam, sate uritan, sate daging, hingga telur setengah matang yang bisa dibakar terlebih dahulu sesuai selera. Rekomendasi Bakmi Jowo yang cukup terkenal dan legendaris yang berada di tengah Kota Semarang ada Bakmi Jowo Pak Gareng sejak 1970 dan Bakmi Djowo Pak Doel Noemani sejak 1980. Bakmi jowo lainnya juga bisa kalian temukan di banyak lokasi di Semarang.
Babat Gongso & Nasi Goreng Babat
Saat membahas makanan khas Semarang, rasanya kurang lengkap jika tidak menyebut babat gongso. Meski berbahan dasar jeroan yang tidak disukai semua orang, hidangan ini berhasil mengubah anggapan tersebut berkat proses memasaknya yang tepat. Babat ditumis menggunakan kecap, bawang, cabai, dan berbagai rempah hingga bumbunya meresap sempurna. Hasilnya adalah babat yang lembut, gurih, sedikit manis, dan jauh dari aroma amis yang sering dikhawatirkan.
Selain babat gongso, jangan lewatkan juga nasi goreng babat yang menjadi pasangan serasi di banyak warung legendaris Semarang. Nasi goreng berbumbu khas dengan potongan babat yang manis dan gurih menghadirkan perpaduan rasa yang sulit ditemukan di kota lain. Kalian bisa coba rekomendasi babat gongso & nasgorbat (nasi goreng babat) di Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok yang sudah ada sejak 1977, Nasi Goreng Babat Pak Taman sejak 1986 dan Nasi Goreng Babat Pak Hengky sejak 1988.
Nasi Ayam, Sarapan Hangat dengan Kuah Santan
Nasi Ayam juga merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari nasi dengan suwiran ayam, sayur labu siam, telur pindang, dan ditambah dengan kuah opor. Biasanya nasi ayam ini disajikan dengan lauk pendamping seperti sate usus, sate hati, dan sebagainya. Nasi Ayam ini memiliki rasa yang cenderung manis dan gurih.
Ada beberapa nasi ayam legendaris di Kota Semarang, Nasi Ayam Bu Wido sejak 1960, Nasi Ayam Bu Nyoto sejak 1975 dan Nasi Ayam Bu Pini sejak 1975. Selain itu, ada pula Nasi Ayam Kemuning Mbak Jum dan Nasi Ayam Bu Sami yang buka pada malam hari.

Nasi Koyor, Sajian Gurih untuk Pencinta Daging Sapi
Kalau kamu ingin mencicipi makanan khas Semarang yang mungkin belum banyak dikenal wisatawan, nasi koyor wajib masuk dalam daftar. Koyor merupakan bagian urat atau otot sapi, terutama di sekitar lutut, yang sekilas memang mirip dengan kikil, padahal tekstur dan rasanya berbeda. Agar empuk dan tidak berbau amis, koyor dimasak selama berjam-jam menggunakan aneka rempah hingga menghasilkan tekstur yang kenyal, lembut, bahkan terasa lumer saat digigit.
Seporsi nasi koyor biasanya disajikan bersama gudeg, oseng kacang panjang, dan sambal yang membuat rasanya semakin kaya. Perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas inilah yang membuat kuliner ini digemari warga lokal maupun wisatawan. Kalau ingin mencobanya, kamu bisa mampir ke Nasi Koyor Kota Lama yang sudah berdiri sejak 1955, Nasi Koyor Mak Mi sejak 1960, Nasi Koyor WM Sidorejo sejak 1980, atau Gudeg Koyor Mbak Tum yang telah melayani pelanggan sejak 1991.
Baca Juga :
20 Kuliner Legendaris Salatiga yang Wajib Kamu Coba
8 Nasi Goreng di Semarang yang Viral dan Unik
Soto Semarang, Sajian Berkuah yang Ringan dan Menyegarkan
Hampir setiap daerah di Jawa Tengah memiliki soto dengan ciri khasnya masing-masing, begitu juga dengan makanan khas Semarang yang satu ini. Soto Semarang dikenal memiliki kuah bening yang gurih dengan cita rasa ringan sehingga cocok disantap kapan saja, baik sebagai menu sarapan maupun makan siang. Umumnya soto ini menggunakan ayam kampung yang menghasilkan kaldu lebih kaya rasa tanpa terasa terlalu berminyak.
Keunikan lainnya terletak pada penyajiannya yang menggunakan mangkuk berukuran kecil sehingga pas dinikmati bersama aneka lauk pendamping. Kamu bisa menambahkan sate kerang, sate ayam, sate usus, perkedel kentang, tempe goreng, hingga keripik tempe sesuai selera. Untuk menikmati Soto Semarang yang legendaris, kamu bisa mengunjungi Soto Bokoran sejak 1949, Soto Bangkong sejak 1950, Soto Ayam Dargo Pak Wito sejak 1955, atau Soto Ayam Pak Man yang telah berdiri sejak 1978.
Mie Kopyok, Kuliner Sederhana dengan Sensasi Kerupuk Gendar
Mie kopyok mungkin salah satu yang jarang diketahui oleh banyak orang. Padahal mie kopyok merupakan makanan khas Semarang yang berupa mie kuning, lontong, taoge, irisan tahu pong dan taburan kerupuk gendar (kerupuk nasi) yang disiram dengan kuah bawang yang gurih. Nama “kopyok” berasal dari proses peracikannya, yaitu mie dikocok atau diaduk dalam air panas.
Di Semarang mie kopyok biasanya dijual seperti mie ayam dengan gerobakan dan biasa disebut juga mie teng-teng karena penjual membunyikan piring dengan bunyi teng-teng. Salah satu Mie Kopyok legendaris di Semarang adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur sejak 1970.
Lumpia / Lunpia, Ikon Kuliner yang Selalu Dicari
Lumpia atau Lunpia merupakan kuliner (jajanan) khas Semarang yang infonya merupakan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Lunpia ini berupa kulit tepung tipis berisi rebung, telur, udang, atau ayam bahkan kepiting. “Lun” berasal dari bahasa Hokkian yang berarti lunak/lembut, sedangkan “pia” berarti kue. Jadi lunpia merujuk pada kue yang lembut. Bila ditilik dari sejarah atau segi bahasa, lunpia ini memang seharusnya basah bukan goreng. Tapi, lunpia goreng yang renyah lebih menjadi favorit berbagai kalangan. Beberapa lunpia yang terkenal dan legendaris yang menjadi makanan khas Semarang adalah Lunpia Gang Lombok sejak 1800-an, Lumpia Mbak Lien sejak 1930 dan Lunpia Cik Me Me sejak 1870.
Tahu Pong
Tahu pong merupakan makanan khas Semarang yang berupa tahu goreng berkulit kering dan berisi kopong ‘kosong’ (sehingga disebut tahu pong). Tahu pong ini biasanya disajikan dengan petis, kecap, acar lobak, dan cabai rawit. Sebagai tambahannya, bisa juga disajikan dengan telur goreng dan gimbal udang. Dua tahu pong legendaris di Semarang adalah Tahu Pong Karangsaru sejak 1949 dan Tahu Pong Gajah Mada sejak 1950.
Tahu Petis
Tahu petis bisa dibilang sebagai jajanan atau makanan khas Semarang dan Jawa Timur. Bedanya di Jawa Timur, petisnya biasanya lebih kuat sedangkan di Semarang biasanya lebih agak netral. Tahu petis ini berupa tahu pong yang kering dan renyah, kemudian diisi atau dicocol dengan sambal petis udang berwarna hitam yang bercita rasa manis, gurih, dan beraroma kuat karena biasanya ditambah dengan bawang putih. Sering juga tahu petis disajikan dengan cabai rawit hijau untuk rasa pedas. Salah satu tahu petis legendaris di Semarang adalah Tahu Petis Prasojo yang sudah ada sejak 1980.
Bandeng Presto Juwana
Meski berasal dari Juwana, Kabupaten Pati, Bandeng Presto Juwana telah menjadi salah satu makanan khas Semarang yang paling sering diburu wisatawan. Hidangan ini dibuat dari ikan bandeng yang dimasak menggunakan panci presto bersama berbagai rempah pilihan hingga durinya menjadi lunak. Berkat proses tersebut, seluruh bagian ikan bisa dinikmati dengan aman tanpa perlu repot memisahkan duri satu per satu.
Bandeng presto memiliki cita rasa gurih yang semakin nikmat ketika disantap bersama sambal terasi manis dan nasi hangat. Selain cocok sebagai menu makan, kuliner ini juga menjadi salah satu oleh-oleh favorit dari Semarang karena praktis dibawa pulang. Kamu bisa membeli Bandeng Presto Juwana di Bandeng Juwana Elrina yang telah berdiri sejak 1981 atau menikmatinya langsung di Dyriana Bakery & Café yang sudah melayani pelanggan sejak 1986.
Baca Juga :
Wingko Babat, Oleh-Oleh Manis yang Melekat dengan Semarang
Wingko babat merupakan kue tradisional berbahan dasar kelapa parut, tepung ketan, dan gula. Teksturnya cenderung padat dengan bagian luar yang sedikit kecokelatan, sementara aroma kelapanya menjadi salah satu ciri yang mudah dikenali.
Wingko babat populer sebagai oleh-oleh dari Semarang, meskipun nama Babat sendiri merujuk pada daerah asal tradisi kuliner ini di Jawa Timur. Saat membeli untuk dibawa pulang, perhatikan tanggal kedaluwarsa, kemasan, dan cara penyimpanannya. Kamu juga bisa memilih berbagai varian rasa yang tersedia, tergantung pada produsen yang dikunjungi. Wingko Babad yang terkenal dan legendaris di Semarang adalah Wingko Babad Cap Kereta Api yang sudah ada sejak tahun 1944-1946.
Pisang Plenet
Pisang plenet juga merupakan jajanan legendaris khas Semarang. Plenet berasal dari Bahasa Jawa yang berarti ‘dipipihkan’. Cara membuatnya, pisang dibakar terlebih dahulu kemudian diplenet dan diberi varian rasa atau gula kemudian dibakar lagi. Hasilnya, pisang plenet manis dan smokey. Pisang yang digunakan untuk pisang plenet hanya pisang kepok. Dua pisang planet legendaris di Semarang adalah Pisang Plenet Pak Subandi sejak 1975 dan Pisang Plenet Pak Yuli sejak 1970.

Jangan Pulang dari Semarang Sebelum Menyusun Agenda Wisata Kuliner!
Tiga belas daftar makanan khas Semarang di atas bisa menjadi titik awal untuk mengenal kekayaan kuliner kota ini. Mulai dari lumpia yang ikonik, tahu gimbal dengan saus kacang yang khas, hingga wingko babat untuk buah tangan, masing-masing punya karakter yang berbeda. Kamu tidak harus mencicipi semuanya dalam satu hari— karena perut juga punya batas, meskipun rasa penasaran kadang tidak mau mengakuinya!
Kalau Kamu sedang merencanakan perjalanan ke Semarang, ada baiknya menyusun rute wisata sekaligus mencari lokasi tempat makan, transportasi, dan penginapan yang sesuai anggaran. Dengan begitu, waktu liburan bisa digunakan untuk menikmati perjalanan, bukan habis untuk bingung menentukan tujuan berikutnya.
Jadi, tunggu apa lagi? Agendakan liburan Kamu ke Semarang dan rasakan sendiri kelezatan makanan khas Semarang di atas! Tulis di kolom komentar kuliner khas Semarang mana yang jadi target pertama Kamu, dan klik tombol share untuk ajak teman terdekat Kamu ikut serta!. Cek informasi lainnya mengenai 25 Kuliner Legendaris di Semarang atau Kuliner Viral di Semarang.


