Bikin Bingung Pilih yang Mana, Ini Panduan Lengkap Berburu Kuliner di The Park Mall Semarang

Semarang selalu punya cara tersendiri untuk memanjakan lidah para pencinta kuliner. Dari deretan warung legendaris di sudut kota tua hingga kehadiran pusat perbelanjaan modern yang membawa angin segar bagi skena hangout lokal. Salah satu magnet baru yang sedang menjadi buah bibir warga Jawa Tengah adalah The Park Mall Semarang.

Digadang-gadang sebagai pusat perbelanjaan terbesar dan paling modern di Kota Atlas sebelum nanti hadirnya proyek retail lain, mall yang resmi membuka pintunya pada awal tahun 2023 ini sukses mencuri perhatian. Dengan arsitektur yang megah dan konsep ruang yang jauh lebih segar, saya merasakan atmosfer yang sangat dinamis begitu melangkah kaki ke dalam areanya.

Daya tarik utama tempat ini tidak lain adalah variasi tenantnya. Menampung sekitar 120 tenant yang mencakup butik fashion papan atas hingga gerai makanan populer, mall ini langsung menjelma menjadi surga baru bagi para pemburu kuliner di The Park Mall Semarang. Jika kamu berencana menghabiskan waktu akhir pekan di sini, mari saya ajak menelusuri setiap lantai untuk memetakan spot makan terbaik yang sesuai dengan selera kamu!

Apa yang Membuat Mall Ini Berbeda dari Pusat Perbelanjaan Lain di Semarang?

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di The Park Mall, hal pertama yang langsung tertangkap oleh indra pengamatan saya adalah konsep interiornya yang sangat luas dengan pencahayaan alami yang melimpah. Berbeda dengan beberapa mall konvensional di Semarang yang cenderung padat dan tertutup, The Park Mall mengusung desain arsitektur yang clean, estetik, dan ramah pengunjung.

Salah satu nilai plus yang paling saya apresiasi di sini adalah ketersediaan seating area atau tempat duduk komunal di beberapa sudut koridor strategis. Keberadaan fasilitas ini sangat memudahkan orang-orang—terutama keluarga yang membawa anak kecil atau lansia—untuk beristirahat sejenak setelah puas berkeliling tanpa harus langsung masuk ke dalam restoran. Area lorongnya pun dibuat sangat lebar, memberikan ruang gerak yang lega bahkan saat kondisi mall sedang padat di akhir pekan.

Baca Juga : 10 Tempat Makan 24 Jam di Semarang 

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Datang ke The Park Mall

Agar agenda jalan-jalan dan berburu kuliner kamu berjalan mulus tanpa kendala teknis, ada beberapa informasi praktis yang sudah saya rangkum berdasarkan kunjungan langsung ke lapangan:

  • Jam Operasional: Sama seperti pusat perbelanjaan modern lainnya, mall terbesar di Semarang ini menyambut pengunjung mulai pukul 10:00 pagi hingga pukul 22:00 malam setiap harinya.

  • Aksesibilitas Lokasi: Letaknya terbilang sangat strategis di jalur utama kota. Bagi kamu yang baru mendarat di Semarang, lokasinya tidak jauh dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani—hanya membutuhkan waktu berkendara sekitar 7 menit saja menggunakan kendaraan pribadi atau taksi daring dalam kondisi lalu lintas normal.

  • Fasilitas Parkir: Area parkirnya dirancang dengan kapasitas yang sangat besar. Kamu bisa memilih untuk memarkirkan kendaraan di dalam gedung (indoor) maupun di area terbuka (outdoor).

  • Aturan Tarif Parkir: Biaya parkir di sini sangat standar. Untuk kendaraan roda empat (mobil) dikenakan tarif sekitar Rp5.000 per jam, sedangkan untuk roda dua (motor) berada di kisaran Rp2.500 per jam.

  • Sistem Pembayaran Non-Tunai: Penting untuk diingat! Sistem perparkiran di mall ini sudah sepenuhnya menerapkan metode cashless atau tidak menerima uang tunai. Pastikan kamu sudah menyiapkan kartu uang elektronik (e-money, Flazz, TapCash, atau kartu akses sejenis) dengan saldo yang cukup sebelum mengantre di gerbang keluar.

Petualangan Rasa Lintas Lantai: Panduan Lengkap Tenant Kuliner

Struktur bangunan mall ini terbagi menjadi 4 lantai utama yang masing-masing memiliki karakter tenant tersendiri. Agar kamu tidak kebingungan mencari arah saat perut sudah mulai keroncongan, berikut adalah panduan navigasi kuliner dari lantai paling bawah hingga lantai teratas:

LG (Lower Ground): Surga Resto Populer dan Makanan Berat

Lantai Lower Ground (LG) bisa dibilang sebagai jantungnya kuliner di mall ini. Level ini secara khusus didedikasikan untuk menampung restoran-restoran berkonsep dine-in keluarga serta gerai camilan internasional yang sudah memiliki reputasi besar.

Saat menyusuri lantai ini, kamu akan disambut oleh aroma harum dari panggangan daging dan sajian kuah gurih. Beberapa tenant besar yang bisa kamu temukan di lantai LG antara lain:

  • Kimukatsu: Terkenal dengan lapisan mille-feuille katsu yang renyah di luar dan juicy di dalam.

  • Pepper Lunch: Menyajikan sensasi memasak sendiri steak dan nasi gurih di atas hot plate panas.

  • Ta-Wan Resto: Pilihan paling aman jika kamu datang bersama keluarga besar yang ingin menikmati sajian bubur legendaris dan menu chinese food tengah meja.

  • Ichiban Sushi: Menyediakan aneka paket sushi dan ramen dengan harga yang relatif bersahabat.

  • Mako Bakery & Mister Donut: Tempat terbaik untuk berburu roti lembut dan donat khas Jepang sebagai buah tangan sebelum pulang.

  • Gerai Minuman & Dessert: Untuk menyegarkan tenggorokan, kamu bisa mampir ke Kokumi, Baxter, maupun Belvino yang menawarkan aneka kreasi minuman manis kekinian.

G (Ground): Sudut Estetik untuk Kopi dan Makanan Nusantara

Naik satu tingkat ke lantai Ground (G), atmosfernya sedikit berubah. Lantai ini didominasi oleh butik fesyen kelas atas dan koridor utama yang langsung terhubung dengan lobby kedatangan. Namun, tepat di area akses pintu masuk utama, kamu akan langsung disambut oleh dua tenant kuliner ikonik yang areanya selalu ramai digunakan untuk titik kumpul (meeting point):

  • J.Co Donuts & Coffee: Tempat andalan bagi para pencinta kopi kasual yang ingin bersantai menikmati donat manis sembari melihat hilir mudik pengunjung mall.

  • Dapur Solo: Menyajikan aneka masakan tradisional Jawa dengan cita rasa otentik yang dikemas secara modern dan higienis. Sangat cocok bagi wisatawan luar kota yang merindukan masakan rumahan.

Level 1: Pusat Belanja Tanpa Gangguan Kuliner

Bagi kamu yang murni ingin berburu pakaian, sepatu, atau keperluan rumah tangga, Level 1 adalah areanya. Lantai ini sepenuhnya didominasi oleh tenants store non-kuliner, sehingga tidak ada gerai makanan atau minuman yang beroperasi di lantai ini untuk memberikan kenyamanan berbelanja yang fokus bagi pengunjung.

Level 2: Eksplorasi Food Hub yang Modern dan Area Outdoor

Petualangan kuliner terbesar kedua berada di lantai paling atas, yaitu Level 2. Selain kehadiran restoran kasual seperti Solaria dan gerai minuman spesialis yoghurt Percy, lantai ini menawarkan daya tarik utama berupa Food Hub.

Konsep Food Hub yang ada di mall terbesar di Semarang ini benar-benar berbeda dari food court mall konvensional yang biasanya terasa sumpek dan bising. Desainnya sangat kekinian dengan penataan meja kursi yang rapi, langit-langit yang tinggi, serta yang paling istimewa: tersedianya area tempat duduk luar ruangan (outdoor seating area). Dari area outdoor ini, kamu bisa menikmati hidangan sembari menikmati embusan angin sore kota Semarang.

Pilihan makanan di Food Hub ini sangat beragam dan ramah di kantong, menyajikan perpaduan antara kuliner lokal legendaris dan menu asia modern:

  • Golden Lamian: Spesialis mi tarik ala Tiongkok dengan kuah kaldu yang kental dan gurih.

  • Cinery & Te-Boo & Cincau Ijo: Deretan gerai minuman tradisional dan segar untuk melepas dahaga.

  • Kuliner Lokal Pilihan: Kamu wajib mencicipi hidangan khas seperti Nasi Goreng Babat Mas Ari yang terkenal dengan aroma wajannya yang khas, Bakmi Kepiting Pontianak dengan topping yang melimpah, Ichi Yamato, Maumi, Tengah Kota, hingga sajian bumbu berani dari Dapur Sunda.

Karena area makannya dirancang dengan tata ruang yang sangat luas, kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan tempat duduk meskipun berkunjung di jam-jam sibuk makan malam.

Baca Juga : Mau Makan Mie Gacoan di Semarang? Ini Daftar Lokasi, Menu, dan Tips Biar Tak Capek Antre

Kelebihan dan Kekurangan Kulineran di Sini

Sebagai bahan pertimbangan sebelum kamu meluncur ke lokasi, berikut adalah penilaian objektif saya mengenai pengalaman berburu kuliner di mall ini:

Kelebihan:

  • Variasi Menu Sangat Lengkap: Dari makanan tradisional Nusantara, masakan Jepang, Chinese food, hingga aneka dessert kekinian tersedia dalam satu atap.

  • Konsep Food Hub yang Nyaman: Keberadaan area outdoor memberikan alternatif suasana makan yang lebih santai dan tidak membosankan.

  • Aksesibilitas dan Fasilitas Pendukung Bagus: Jarak yang dekat dari bandara serta tersedianya banyak tempat duduk gratis di sepanjang koridor mall.

  • Kebersihan Terjamin: Area komunal, meja makan di Food Hub, hingga toilet dikelola dengan standar kebersihan yang sangat tinggi.

Kekurangan:

  • Antrean Panjang di Akhir Pekan: Restoran populer di lantai LG dan area Food Hub sering kali mengalami kelangkaan meja kosong pada hari Sabtu dan Minggu malam.

  • Kewajiban Cashless untuk Parkir: Bagi pengunjung yang belum terbiasa dengan metode pembayaran non-tunai, sistem tiket parkir elektronik di gerbang keluar terkadang bisa sedikit membingungkan.

  • Fluktuasi Ketersediaan Meja Outdoor: Area tempat duduk luar ruangan di Food Hub tidak bisa digunakan secara maksimal saat kondisi cuaca sedang hujan deras.

Apakah Worth It dan Cocok untuk Siapa?

Melihat kelengkapan tenant, kenyamanan infrastruktur, serta kemudahan akses yang ditawarkan, berburu kuliner di The Park Mall Semarang menurut saya sangat worth it. Tempat ini berhasil memposisikan diri tidak sekadar sebagai pusat belanja, melainkan sebagai destinasi gaya hidup terpadu.

Tempat ini sangat cocok untuk keluarga besar yang sering kali memiliki perbedaan selera makan antar-anggota keluarga, karena variasi restonya bisa mengakomodasi semua usia. Selain itu, mall ini juga sangat ramah untuk solo traveler maupun anak muda yang mencari tempat nyaman untuk bekerja terpisah (remotely) sembari menikmati kopi sore.

Baca Juga : 8 Nasi Goreng di Semarang yang Viral dan Unik

FAQ (Frequently Asked Questions)

  • Apakah semua metode pembayaran digital bisa digunakan di tenant makanan?

    Hampir seluruh tenant besar di lantai LG maupun gerai makanan di Food Hub sudah mendukung pembayaran menggunakan QRIS, kartu debit, kartu kredit, hingga dompet digital populer.

  • Kapan waktu terbaik berkunjung agar tidak terlalu ramai?

    Jika kamu ingin menikmati suasana makan yang lebih tenang tanpa antrean panjang, datanglah pada hari kerja (weekdays) antara pukul 11:00 hingga 15:00 sore.

  • Apakah area Food Hub ramah untuk anak-anak?

    Ya, area interior Food Hub sangat luas sehingga aman untuk dilewati kereta bayi (stroller), dan pilihan makanannya banyak yang menyediakan menu ramah anak (tidak pedas).

Rekomendasi Praktis untuk Perjalanan Kuliner Kamu

Jika kamu berencana menjelajahi surga kuliner di mall terbesar di Semarang ini, saran praktis dari saya adalah mulailah perjalanan dari lantai Lower Ground terlebih dahulu untuk melihat opsi restoran berat. Jika ingin suasana yang lebih santai dengan bujet yang lebih fleksibel, langsung saja arahkan eskalator menuju Food Hub di Level 2. Jangan lupa untuk selalu mengisi saldo kartu elektronik kamu sebelum masuk ke area parkir agar proses kepulangan berjalan lancar. Selamat berburu kuliner dan menikmati atmosfer modern di Kota Semarang!

Perjalanan kuliner dan petualangan seru kamu tidak boleh berhenti sampai di sini saja! Biar tidak ketinggalan informasi makanan terbaik dan rekomendasi tempat wisata lainnya, pastikan kamu selalu cek RINFOODDIARY.COM. Selain itu, biar rencana liburanmu makin sempurna, langsung saja amankan tiket wisata, hotel nyaman, hingga tiket perjalanan kamu lewat TRIP.COM. Yuk, persiapkan petualangan seru berikutnya sekarang juga dan sampai jumpa di cerita rasa dan informasi wisata selanjutnya!

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Suka dengan blog ini? Bagikan sekarang juga :)

Scroll to Top