14 Makanan Khas Semarang yang Wajib Dicoba, Nomor 8 Jadi Favorit Wisatawan

Kalau berbicara tentang makanan khas Semarang, kebanyakan orang mungkin langsung teringat pada lumpia yang sudah melegenda. Padahal, sebagai ibu kota Jawa Tengah, Semarang menyimpan kekayaan kuliner yang jauh lebih beragam. Mulai dari camilan tradisional, hidangan berkuah, hingga jajanan legendaris, semuanya memiliki cita rasa dan cerita yang membuat kota ini layak menjadi destinasi wisata kuliner.

Menariknya, beberapa kuliner khas Semarang justru belum begitu populer di kalangan wisatawan. Bahkan, ada makanan yang hanya bisa dengan mudah ditemukan di kawasan tertentu atau sudah dijual turun-temurun selama puluhan tahun. Inilah yang membuat berburu kuliner di Semarang selalu menghadirkan pengalaman baru setiap kali berkunjung.

Kalau kamu berencana liburan ke Semarang atau sekadar ingin mengenal kekayaan kuliner kota ini lebih dekat, daftar berikut bisa menjadi panduan yang tepat. Dari hidangan legendaris hingga jajanan tradisional yang mulai jarang ditemui, inilah rekomendasi berbagai makanan khas Semarang yang wajib kamu coba.

 

Rekomendasi Makanan Khas Semarang yang Wajib Kamu Coba

 

Tahu Gimbal

Sudah pasti berada di daftar pertama adalah Tahu Gimbal. Tahu gimbal merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari tahu goreng, gimbal (bakwan udang renyah), lontong, taoge, dan irisan kol yang kemudian disiram bumbu kacang dengan campuran petis udang. Rasanya gurih, manis, pedas dan otentik. Buat yang suka udang, wajib banget coba kuliner satu ini. Di Semarang ada dua tahu gimbal legendaris yaitu Tahu Gimbal Lumayan Pak Man sejak 1950 dan Tahu Gimbal Pak Edi sejak 1970. Selain kedua tahu gimbal tersebut, tahu gimbal juga bisa kita temukan di banyak resto Semarang.

Tahu Gimbal Pak Man
Tahu Gimbal Pak Man

 

Bakmi Jowo

Meski bakmi Jawa juga terkenal di Yogyakarta dan beberapa daerah lain, makanan khas Semarang ini memiliki karakter yang berbeda. Bakmi Jowo Semarang dikenal dengan kuah berwarna kecokelatan karena penggunaan kecap yang lebih dominan. Rasanya cenderung gurih dengan sentuhan manis yang pas, sehingga cocok dinikmati oleh berbagai kalangan. Baik disajikan dalam versi kuah maupun goreng, aroma bumbu yang dimasak di atas tungku masih menjadi daya tarik utamanya.

Hal lain yang membuat Bakmi Jowo Semarang semakin istimewa adalah pilihan lauk pendampingnya. Biasanya semangkuk bakmi disajikan bersama sate ayam, sate uritan, sate daging, hingga telur setengah matang yang bisa dibakar terlebih dahulu sesuai selera. Rekomendasi Bakmi Jowo yang cukup terkenal dan legendaris yang berada di tengah Kota Semarang ada Bakmi Jowo Pak Gareng sejak 1970 dan Bakmi Djowo Pak Doel Noemani sejak 1980. Bakmi jowo lainnya juga bisa kalian temukan di banyak lokasi di Semarang.

bakmi jowo doel noemani
Bakmi Jowo Doel Noemani

 

Babat Gongso & Nasi Goreng Babat

Saat membahas makanan khas Semarang, rasanya kurang lengkap jika tidak menyebut babat gongso. Meski berbahan dasar jeroan yang tidak disukai semua orang, hidangan ini berhasil mengubah anggapan tersebut berkat proses memasaknya yang tepat. Babat ditumis menggunakan kecap, bawang, cabai, dan berbagai rempah hingga bumbunya meresap sempurna. Hasilnya adalah babat yang lembut, gurih, sedikit manis, dan jauh dari aroma amis yang sering dikhawatirkan.

Selain babat gongso, jangan lewatkan juga nasi goreng babat yang menjadi pasangan serasi di banyak warung legendaris Semarang. Nasi goreng berbumbu khas dengan potongan babat yang manis dan gurih menghadirkan perpaduan rasa yang sulit ditemukan di kota lain. Kalian bisa coba rekomendasi babat gongso & nasgorbat (nasi goreng babat) di Nasi Goreng Babat Pak Karmin Mberok yang sudah ada sejak 1977, Nasi Goreng Babat Pak Taman sejak 1986 dan Nasi Goreng Babat Pak Hengky sejak 1988.

Nasi goreng babat pak taman
Nasi Goreng Babat Pak Taman

 

Nasi Ayam

Nasi Ayam juga merupakan makanan khas Semarang yang terdiri dari nasi dengan suwiran ayam, sayur labu siam, telur pindang, dan ditambah dengan kuah opor. Biasanya nasi ayam ini disajikan dengan lauk pendamping seperti sate usus, sate hati, dan sebagainya. Nasi Ayam ini memiliki rasa yang cenderung manis dan gurih.

Ada beberapa nasi ayam legendaris di Kota Semarang, Nasi Ayam Bu Wido sejak 1960, Nasi Ayam Bu Nyoto sejak 1975 dan Nasi Ayam Bu Pini sejak 1975. Selain itu, ada pula Nasi Ayam Kemuning Mbak Jum dan Nasi Ayam Bu Sami yang buka pada malam hari.

 

Nasi Koyor

Kalau kamu ingin mencicipi makanan khas Semarang yang mungkin belum banyak dikenal wisatawan, nasi koyor wajib masuk dalam daftar. Koyor merupakan bagian urat atau otot sapi, terutama di sekitar lutut, yang sekilas memang mirip dengan kikil, padahal tekstur dan rasanya berbeda. Agar empuk dan tidak berbau amis, koyor dimasak selama berjam-jam menggunakan aneka rempah hingga menghasilkan tekstur yang kenyal, lembut, bahkan terasa lumer saat digigit.

Seporsi nasi koyor biasanya disajikan bersama gudeg, oseng kacang panjang, dan sambal yang membuat rasanya semakin kaya. Perpaduan gurih, manis, dan sedikit pedas inilah yang membuat kuliner ini digemari warga lokal maupun wisatawan. Kalau ingin mencobanya, kamu bisa mampir ke Nasi Koyor Kota Lama yang sudah berdiri sejak 1955, Nasi Koyor Mak Mi sejak 1960, Nasi Koyor WM Sidorejo sejak 1980, atau Gudeg Koyor Mbak Tum yang telah melayani pelanggan sejak 1991.

Nasi Koyor Kota Lama
Nasi Koyor Kota Lama

 

Soto Semarang

Hampir setiap daerah di Jawa Tengah memiliki soto dengan ciri khasnya masing-masing, begitu juga dengan makanan khas Semarang yang satu ini. Soto Semarang dikenal memiliki kuah bening yang gurih dengan cita rasa ringan sehingga cocok disantap kapan saja, baik sebagai menu sarapan maupun makan siang. Umumnya soto ini menggunakan ayam kampung yang menghasilkan kaldu lebih kaya rasa tanpa terasa terlalu berminyak.

Keunikan lainnya terletak pada penyajiannya yang menggunakan mangkuk berukuran kecil sehingga pas dinikmati bersama aneka lauk pendamping. Kamu bisa menambahkan sate kerang, sate ayam, sate usus, perkedel kentang, tempe goreng, hingga keripik tempe sesuai selera. Untuk menikmati Soto Semarang yang legendaris, kamu bisa mengunjungi Soto Bokoran sejak 1949, Soto Bangkong sejak 1950, Soto Ayam Dargo Pak Wito sejak 1955, atau Soto Ayam Pak Man yang telah berdiri sejak 1978.

soto bangkong
Soto Bangkong

 

Mie Kopyok

Mie kopyok mungkin salah satu yang jarang diketahui oleh banyak orang. Padahal mie kopyok merupakan makanan khas Semarang yang berupa mie kuning, lontong, taoge, irisan tahu pong dan taburan kerupuk gendar (kerupuk nasi) yang disiram dengan kuah bawang yang gurih. Nama “kopyok” berasal dari proses peracikannya, yaitu mie dikocok atau diaduk dalam air panas.

Di Semarang mie kopyok biasanya dijual seperti mie ayam dengan gerobakan dan biasa disebut juga mie teng-teng karena penjual membunyikan piring dengan bunyi teng-teng.  Salah satu Mie Kopyok legendaris di Semarang adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur sejak 1970.

Lumpia / Lunpia

Lumpia atau Lunpia merupakan kuliner (jajanan) khas Semarang yang infonya merupakan akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. Lunpia ini berupa kulit tepung tipis berisi rebung, telur, udang, atau ayam bahkan kepiting. “Lun” berasal dari bahasa Hokkian yang berarti lunak/lembut, sedangkan “pia” berarti kue. Jadi lunpia merujuk pada kue yang lembut. Bila ditilik dari sejarah atau segi bahasa, lunpia ini memang seharusnya basah bukan goreng. Tapi, lunpia goreng yang renyah lebih menjadi favorit berbagai kalangan. Beberapa lunpia yang terkenal dan legendaris yang menjadi makanan khas Semarang adalah Lunpia Gang Lombok sejak 1800-an, Lumpia Mbak Lien sejak 1930 dan Lunpia Cik Me Me sejak 1870.

Loenpia Mbak Lien
Loenpia Mbak Lien

Tahu Pong

Tahu pong merupakan makanan khas Semarang yang berupa tahu goreng berkulit kering dan berisi kopong ‘kosong’ (sehingga disebut tahu pong). Tahu pong  ini biasanya  disajikan dengan petis, kecap, acar lobak, dan cabai rawit. Sebagai tambahannya, bisa juga disajikan dengan telur goreng dan gimbal udang. Dua tahu pong legendaris di Semarang adalah Tahu Pong Karangsaru sejak 1949 dan Tahu Pong Gajah Mada sejak 1950.

tahu pong karangsaru
tahu pong karangsaru

Tahu Petis

Tahu petis bisa dibilang sebagai jajanan atau makanan khas Semarang dan Jawa Timur. Bedanya di Jawa Timur, petisnya biasanya lebih kuat sedangkan di Semarang biasanya lebih agak netral. Tahu petis ini berupa tahu pong yang kering dan renyah, kemudian diisi atau dicocol dengan sambal petis udang berwarna hitam yang bercita rasa manis, gurih, dan beraroma kuat karena biasanya ditambah dengan bawang putih. Sering juga tahu petis disajikan dengan cabai rawit hijau untuk rasa pedas. Salah satu tahu petis legendaris di Semarang adalah Tahu Petis Prasojo yang sudah ada sejak 1980.

Bandeng Presto Juwana

Meski berasal dari Juwana, Kabupaten Pati, Bandeng Presto Juwana telah menjadi salah satu makanan khas Semarang yang paling sering diburu wisatawan. Hidangan ini dibuat dari ikan bandeng yang dimasak menggunakan panci presto bersama berbagai rempah pilihan hingga durinya menjadi lunak. Berkat proses tersebut, seluruh bagian ikan bisa dinikmati dengan aman tanpa perlu repot memisahkan duri satu per satu.

Bandeng presto memiliki cita rasa gurih yang semakin nikmat ketika disantap bersama sambal terasi manis dan nasi hangat. Selain cocok sebagai menu makan, kuliner ini juga menjadi salah satu oleh-oleh favorit dari Semarang karena praktis dibawa pulang. Kamu bisa membeli Bandeng Presto Juwana di Bandeng Juwana Elrina yang telah berdiri sejak 1981 atau menikmatinya langsung di Dyriana Bakery & Café yang sudah melayani pelanggan sejak 1986.

Wingko Babat

Wingko babat sebenarnya berasal dari Babat, Lamongan tapi menjadi sangat terkenal setelah dibawa ke Semarang dan bahkan menjadi salah satu Kuliner khas Semarang. Wingko Babat terbuat dari kelapa parut, tepung ketan dan gula yang menghasilkan cita rasa manis dan gurih.  Wingko Babad yang terkenal dan legendaris di Semarang adalah Wingko Babad Cap Kereta Api yang sudah ada sejak tahun 1944-1946.

Pisang Plenet

Pisang plenet juga merupakan jajanan legendaris khas Semarang. Plenet berasal dari Bahasa Jawa yang berarti ‘dipipihkan’. Cara membuatnya, pisang dibakar terlebih dahulu kemudian diplenet dan diberi varian rasa atau gula kemudian dibakar lagi. Hasilnya, pisang plenet manis dan smokey. Pisang yang digunakan untuk pisang plenet hanya pisang kepok. Dua pisang planet legendaris di Semarang adalah Pisang Plenet Pak Subandi sejak 1975 dan Pisang Plenet Pak Yuli sejak 1970.

 

Menjelajahi makanan khas Semarang bukan hanya soal memanjakan lidah, tetapi juga cara terbaik untuk mengenal budaya dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Semoga daftar rekomendasi ini bisa menjadi panduan saat kamu berkunjung ke Kota Atlas, sehingga pengalaman wisata kulinermu semakin lengkap dan berkesan.

Jadi, tunggu apa lagi? Agendakan liburan Kamu ke Semarang dan rasakan sendiri kelezatan makanan khas Semarang di atas! Tulis di kolom komentar kuliner khas Semarang mana yang jadi target pertama Kamu, dan klik tombol share untuk ajak teman terdekat Kamu ikut serta!. Cek informasi lainnya mengenai 25 Kuliner Legendaris di Semarang atau Kuliner Viral di Semarang.

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon100
Tweet 20
fb-share-icon20
error

Suka dengan blog ini? Bagikan sekarang juga :)

Scroll to Top