Tidak heran jika Vietnam pernah melesat hingga peringkat ke-7 secara global sebagai destinasi wisata paling banyak dicari versi Google Insight. Prestasi ini bahkan melampaui berbagai negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura, Thailand, hingga Indonesia! Ini adalah dasar dari tulisan ini, untuk memberikan rekomendasi tempat wisata di Vietnam.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Vietnam begitu memikat mata para pelancong dunia? Jawabannya terletak pada lanskap alamnya yang luar biasa kontras dan kaya. Kamu bisa merasakan dinginnya salju di puncak gunung tertinggi Indochina, menyusuri jejak sejarah arsitektur Prancis di tengah kota megah, hingga berlayar di teluk karst spektakuler yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Ditambah lagi, nilai tukar mata uang Dong Vietnam (VND) yang relatif terjangkau menjadikannya destinasi impian bagi setiap traveler.
Bagi kamu yang sedang merencanakan liburan pertama kali ke Vietnam, berikut adalah rekomendasi destinasi wisata terbaik dan paling populer yang wajib masuk dalam daftar perjalananmu!
Baca Juga :Â
Wajib Tahu! 4 Cara Menghindari Taxi Scam di Vietnam Agar Liburan Tetap Aman dan Nyaman
Benarkah Jangan Liburan ke Vietnam Pas Tet/Imlek? Ini Fakta dan Pengalaman Sebenarnya!
5 Kuliner Khas Vietnam Wajib Coba serta Cara Panduan Mencari Kuliner Halal di Vietnam!
Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Berwisata ke Vietnam
Sebelum menyusun itinerary, ada beberapa fakta penting yang perlu kamu pahami agar liburanmu berjalan lancar:
-
Perbedaan Iklim Utara dan Selatan: Wilayah Vietnam Utara (seperti Sapa dan Hanoi) memiliki iklim subtropis dengan 4 musim. Jika ingin melihat salju atau merasakan udara sangat dingin di Puncak Fansipan, datanglah pada musim dingin (sekitar Desember–Februari).
-
Kemudahan Akses Transportasi: Vietnam memiliki infrastruktur transportasi turis yang sangat mapan. Jalur kereta gantung rekor dunia, kereta malam (sleeper train), hingga bus antar-kota (sleeper bus) akan memudahkan perpindahanmu dari kota ke kota.
-
Mata Ramah Kantong (Budget Friendly): Dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, biaya akomodasi, tiket masuk wisata, serta kuliner di Vietnam terbilang sangat bersahabat bagi kantong wisatawan Indonesia.
Rekomendasi Destinasi Wisata Terbaik berdasarkan Wilayah
A. Pesona Pegunungan Sapa: “Swiss-nya Asia Tenggara”
Sapa adalah kota pegunungan di wilayah utara Vietnam yang dijuluki sebagai “Kota Kabut”. Berada di ketinggian, Sapa menawarkan lanskap terasering hijau serta udara dingin yang sangat menyegarkan.
1. Gunung Fansipan: “Roof of Indochina” dan Puncak Salju
Berada di ketinggian 3.147 meter di atas permukaan laut, Fansipan merupakan gunung tertinggi di kawasan Indochina (Vietnam, Laos, dan Kamboja). Pada musim dingin, puncak gunung ini kerap diselimuti lapisan salju putih yang sangat megah.

-
Daya Tarik Utama: Kamu tidak perlu menjadi pendaki profesional untuk mencapai puncaknya. Kawasan ini dilengkapi dengan Fansipan Cable Car—kereta gantung tiga tali yang memecahkan Guinness World Records sebagai salah satu yang terpanjang (6.292,5 meter) dan tertinggi di dunia.
-
Kisaran Tiket Kereta Gantung: Berkisar 800.000 – 850.000 VND (sekitar Rp500.000 – Rp530.000) untuk tiket pulang-pergi.
2. Cat Cat Village: Kebudayaan Suku H’mong dan Air Terjun Tien Sa
Terletak di lembah indah yang dikelilingi perbukitan hijau, Cat Cat Village adalah pemukiman tradisional asli suku H’mong.

-
Daya Tarik Utama: Menyusuri tangga-tangga batu di antara rumah kayu khas suku lokal, persawahan terasering, serta jembatan bambu. Di pusat desa, terdapat Air Terjun Tien Sa yang romantis dan dikelilingi panggung pertunjukan seni budaya.
-
Kisaran Tiket Masuk: Berkisar 150.000 VND (sekitar Rp95.000).
3. Sun Plaza Sapa, Stone Church, dan Sapa Square
Pusat Kota Sapa menghadirkan suasana bergaya kolonial Eropa yang sangat kental dan estetik untuk berfoto.

-
Daya Tarik Utama: Sun Plaza Sapa mengusung arsitektur megah ala Prancis dengan warna kuning-hijau ikonik yang menjadi stasiun awal kereta menuju Fansipan. Di seberangnya berdiri Sapa Stone Church (Gereja Batu) yang dibangun sejak tahun 1930-an, serta Sapa Square yang menjadi pusat aktivitas warga dan pasar malam lokal.
-
Tiket Masuk: Gratis (area publik).
B. Eksplorasi Kota Hanoi: Pusat Sejarah, Budaya, dan Kehidupan Malam
Sebagai ibu kota negara, Hanoi menawarkan perpaduan kontras yang menawan antara bangunan kolonial kuno, situs suci spiritual, serta jalanan malam yang riuh.
4. Ho Chi Minh’s Mausoleum dan One Pillar Pagoda
Dua landmark paling penting ini terletak berdekatan di pusat kota Hanoi.

-
Daya Tarik Utama: Ho Chi Minh’s Mausoleum adalah tempat peristirahatan terakhir pemimpin besar pemersatu Vietnam, Ho Chi Minh. Bangunan berarsitektur kokoh ini dijaga ketat dan didesain khusus tahan ledakan. Tidak jauh dari sana, terdapat One Pillar Pagoda—pagoda unik yang berdiri di atas satu pilar tunggal di tengah kolam teratai yang melambangkan keanggunan.
-
Tiket Masuk: Kawasan luar gratis; masuk ke dalam museum/pagoda berkisar 25.000 – 40.000 VND (sekitar Rp15.000 – Rp25.000).
5. Danau Hoan Kiem dan Kawasan Old Quarter
Jantung kehidupan sosial dan pariwisata kota Hanoi berada di Danau Hoan Kiem.

-
Daya Tarik Utama: Danau bersejarah ini dikelilingi jalur pejalan kaki yang asri dengan Jembatan Huc berwarna merah menyala yang ikonik. Kawasan di sekitarnya terbagi menjadi Old Quarter (area belanja suvenir, kuliner lokal, dan kerajinan) serta French Quarter yang dipenuhi bangunan kolonial megah.
-
Tiket Masuk: Gratis (area publik).
6. St. Joseph Cathedral Hanoi

-
Daya Tarik Utama: Gereja Katolik tertua di Hanoi ini dibangun pada dekade 1880-an dengan arsitektur gaya Neo-Gothic yang terinspirasi dari Katedral Notre-Dame di Paris. Menjadikannya latar foto paling populer di Hanoi!
-
Tiket Masuk: Gratis.
7. Train Street Hanoi: Sensasi Minum Kopi di Pinggir Rel

-
Daya Tarik Utama: Sensasi unik menikmati secangkir Egg Coffee (Kopi Telur) khas Vietnam di kedai-kedai kecil yang berjarak hanya beberapa sentimeter dari rel kereta api aktif. Sensasi mendebarkan saat kereta lewat di depan mata menjadi daya tarik tiada dua!
-
Tips Kunjungan: Kamu wajib memesan minuman di salah satu kedai agar diperbolehkan masuk dan duduk di area aman oleh pengelola lokal.
8. Ta Hien Beer Street: Pusat Kehidupan Malam Lokal dan Expat

-
Daya Tarik Utama: Kawasan jalanan sempit yang dipenuhi bangku-bangku plastik kecil. Di sini warga lokal, expat, dan wisatawan berkumpul untuk menikmati Bia Hoi (bir segar khas Vietnam) murah meriah beserta aneka camilan malam.
-
Kisaran Harga: Satu gelas Bia Hoi berkisar 10.000 – 15.000 VND (sekitar Rp6.000 – Rp9.500).
C. Teluk Ha Long (Ha Long Bay): Situs Warisan Dunia UNESCO
Sering dijuluki sebagai “Raja Ampat versi terjangkau”, Ha Long Bay menawarkan keajaiban alam ribuan pulau batu kapur (karst) yang menjulang di atas air laut hijau zamrud.

9. Jelajah Kapal Cruise dan Gua Thien Cung
-
Daya Tarik Utama: Berlayar menaiki kapal day-cruise atau overnight cruise mengelilingi gugusan pulau karst unik seperti Kissing Rocks. Salah satu tempat persinggahan utama adalah Thien Cung Cave (Gua Surga), gua alami spektakuler dengan lampu hias yang menyoroti keindahan stalaktit dan stalagmitnya.
-
Kisaran Paket Cruise: Berkisar 600.000 – 1.200.000 VND (sekitar Rp380.000 – Rp750.000) untuk paket Day-Trip Cruise.

10. Aktivitas Bamboo Boat dan Kayaking
-
Daya Tarik Utama: Merasakan pengalaman menyusuri celah-celah tebing tebing kapur dan lorong gua air yang tenang menggunakan perahu bambu tradisional yang dikemudikan warga lokal, atau mengayuh kayak milikmu sendiri.
-
Kisaran Biaya: Sewa kayak/bamboo boat berkisar 50.000 – 100.000 VND (sekitar Rp30.000 – Rp60.000) per orang.
11. Bãi Cháy Beach dan Ha Long Old Square
-
Daya Tarik Utama: Area pesisir pantai pasir putih buatan di tepi kota Ha Long. Kamu bisa berjalan-jalan menikmati mural keramik bertema Situs Warisan Dunia terbesar di tepi pantai sambil menikmati pemandangan laut dari daratan.
-
Tiket Masuk: Gratis.
12. Sun World Ha Long
-
Daya Tarik Utama: Kompleks taman rekreasi modern terbesar di kawasan pantai utara, dilengkapi dengan cable car raksasa yang melintasi laut, bianglala tinggi (Sun Wheel), serta berbagai wahana permainan air dan roller coaster.

-
Kisaran Tiket Masuk: Berkisar 350.000 – 600.000 VND (sekitar Rp220.000 – Rp380.000).
Baca Juga :
Nonton Konser Tanpa Capek Antre MRT: Review Ibis Budget Singapore Emerald, Hotel Dekat National StadiumÂ
12 Kuliner Wajib di Singapura yang Layak Masuk Food Bucket List (Khusus Pertama Kali Kunjung!)Â
Ringkasan Rencana Perjalanan Wisata Vietnam
| Destinasi Utama | Daya Tarik Unggulan | Estimasi Biaya Tiket | Cocok Untuk |
| Puncak Fansipan (Sapa) | Salju, puncak gunung, kereta gantung rekor dunia | Rp500.000 – Rp530.000 | Pencinta alam & foto panorama |
| Cat Cat Village (Sapa) | Kebudayaan suku H’mong & Air Terjun Tien Sa | Rp95.000 | Pecinta budaya & fotografi |
| Old Quarter & Hoan Kiem (Hanoi) | Danau ikonik, bangunan kolonial, & belanja | Gratis (Publik) | Wisatawan kota & backpacker |
| Train Street & Ta Hien (Hanoi) | Kopi telur pinggir rel & kehidupan malam | Rp15.000 – Rp50.000 | Pencinta pengalaman unik & kuliner |
| Ha Long Bay Cruise | Gugusan batu karst UNESCO & Gua Thien Cung | Rp380.000 – Rp750.000 | Liburan keluarga & pasangan |
Kelebihan dan Kekurangan Berwisata ke Vietnam
Kelebihan
-
Pilihan destinasi sangat lengkap: pantai, pegunungan bersalju, sejarah kolonial, hingga Situs Warisan Dunia UNESCO dalam satu negara.
-
Biaya perjalanan, makanan, dan akomodasi tergolong sangat murah jika dibandingkan destinasi Asia Tenggara lainnya.
-
Transportasi turis antar-kota (seperti sleeper bus) sangat nyaman dan terorganisir dengan baik.
Kekurangan
-
Bahasa Inggris masih relatif jarang dikuasai oleh warga lokal di luar area turis utama (language barrier).
-
Cuaca di kawasan utara (seperti Sapa) bisa berubah menjadi sangat ekstrim dingin dan berkabut tebal yang dapat menutupi pemandangan.
Kesimpulan & Rekomendasi Praktis
Vietnam membuktikan layak menjadi salah satu destinasi wisata terbaik di Asia Tenggara. Kombinasi antara kemudahan aksesibilitas, kekayaan budaya, hingga keajaiban alamnya akan memberikan pengalaman liburan yang berkesan dan tak terlupakan.
Rekomendasi Rute Praktis 5 Hari 4 Malam dari Saya:
-
Hari 1–2: Mendarat di Hanoi, jelajahi kawasan Old Quarter, Danau Hoan Kiem, St. Joseph Cathedral, dan nikmati malam di Ta Hien Beer Street.
-
Hari 3: Perjalanan day-trip atau menginap di Ha Long Bay untuk jelajah kapal cruise dan Gua Thien Cung.
-
Hari 4–5: Naik sleeper bus menuju Sapa, nikmati pemandangan puncak Gunung Fansipan dengan kereta gantung, serta belanja suvenir di Cat Cat Village sebelum kembali ke Hanoi.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Sapa dan Ha Long Bay?
Waktu terbaik berkunjung ke Sapa adalah bulan September–November (musim panen terasering) atau Desember–Februari (musim dingin/salju). Untuk Ha Long Bay, bulan Maret–Mei atau September–November menawarkan cuaca paling cerah untuk berlayar.
2. Apakah wisatawan Indonesia membutuhkan visa untuk masuk ke Vietnam?
Tidak perlu! Pemegang paspor Indonesia mendapatkan fasilitas bebas visa kunjungan wisata hingga 30 hari di Vietnam.
Selain itu, perjalanan kuliner dan petualangan seru kamu tidak boleh berhenti sampai di sini saja! Biar tidak ketinggalan informasi makanan terbaik dan rekomendasi tempat wisata lainnya, pastikan kamu selalu cek RINFOODDIARY.COM. Selain itu, biar rencana liburanmu makin sempurna, langsung saja amankan tiket wisata, hotel nyaman, hingga tiket perjalanan kamu lewat TRIP.COM. Yuk, persiapkan petualangan seru berikutnya sekarang juga dan sampai jumpa di cerita rasa dan informasi wisata selanjutnya!


