Malam itu, setelah puas keliling Tegal, saya dan teman-teman merasa perjalanan belum benar-benar tuntas kalau cuma berhenti di satu kota. Berhubung Brebes lokasinya persis bertetangga dan cuma butuh waktu singkat untuk melipir, kami memutuskan untuk mencari makan malam di Brebes. Istilahnya, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.
Pilihan kami jatuh pada salah satu ikon kuliner paling tersohor di daerah Pantura ini: Sate Blengong Kupat Glabed . Kalau kamu melintas di jalur Pantura atau sedang berada di sekitar Tegal dan Brebes, hidangan ini hampir selalu muncul dalam daftar perburuan kuliner para pelesir.
Tujuan kami malam itu langsung mengarah ke kawasan Alun-Alun Brebes. Suasananya cukup hidup saat malam hari, ramai oleh lalu lalang warga lokal dan wisatawan yang mencari angin segar atau sekadar makan malam. Dari sekian banyak deretan penjual, pilihan kami jatuh ke lapak milik Hj. Inah—salah satu penjaja kupat glabed dan sate blengong yang infonya paling legendaris di sini.
Makanan Apakah Ini? Menjawab Rasa Penasaran Sate Blengong Kupat Glabed Hj. Inah
Buat kamu yang baru pertama kali mendengar namanya, mungkin akan bertanya-tanya: apa sebenarnya blengong itu?
Blengong adalah hewan hasil perkawinan silang antara bebek (itik betina) dan mentok (entog jantan). Secara karakter fisik dan tekstur daging, hasilnya cukup unik. Kalau daging bebek biasanya cenderung oily dan daging mentok agak tebal berserat lunak, daging blengong mengambil kebaikan dari keduanya.
Ketika diolah menjadi sate, serat dagingnya terlihat padat dan tebal, namun saat dikunyah teksturnya terasa lembut dan tidak ulet sama sekali. Bebas dari aroma amis yang kerap ditemui pada olahan unggas air. Bagi saya yang menyukai olahan daging unggas dengan tekstur juicy, potongan daging blengong ini langsung mencuri perhatian sejak tusukan pertama.
Baca Juga :
7 Rekomendasi Platter dan Smoke House di Semarang untuk Pencinta Daging Asap
6 Kuliner Viral dan Legendaris di Semarang yang Wajib Masuk Daftar Cicip
Kombinasi Kuah Kental Gurih dan Sate Berbumbu Merah
Sate blengong tidak disajikan seperti sate madura dengan bumbu kacang atau sate kecap biasa. Di piring kamu, sate ini ditandemkan secara utuh dengan kupat glabed.
Kata glabed sendiri berasal dari istilah lokal masyarakat Brebes untuk menggambarkan tekstur kuah yang sangat kental, mirip adonan kuah opor kuning kental yang kaya akan rempah dan santan. Saat piring disajikan, potongan ketupat yang padat disiram kuah kuning kental ini hingga melimpah, lalu ditaburi bawang goreng serta kerupuk mi kuning yang diremukkan.

Lalu bagaimana dengan satenya? Sate blengong di warung Hj. Inah disajikan dengan tusukan bambu yang cukup panjang. Dagingnya sudah dimasak dan diungkep bersama bumbu merah beraroma gurih-manis pedas sebelum akhirnya dibakar tipis atau disajikan langsung bersama bumbunya.
Begitu disuap, kombinasi gurih kentalnya kuah glabed bertabrakan pas dengan rasa gurih-gurih pedas dari bumbu sate blengong. Kerupuk mi yang mulai melunak tersiram kuah memberi tekstur crunchy sekaligus rich di dalam mulut.

Mengintip Suasana Makan Malam di Alun-Alun Brebes
Makan di warung Hj. Inah Alun-Alun Brebes menghadirkan nuansa kuliner kaki lima yang sangat merakyat. Tempat duduknya memanjang menggunakan tenda sederhana. Riuh rendah percakapan pengunjung, aroma bakaran sate, serta lalu lalang kendaraan di sekitar alun-alun menjadi latar suasana makan malam kami.
Pelayanan di sini tergolong cepat. Karena ketupat dan kuahnya sudah siap di kuali besar, penyajiannya tidak memakan waktu lama. Begitu kamu duduk dan memesan, dalam hitungan menit piring kupat glabed asap ngebul beserta tusukan sate blengong sudah tersaji hangat di atas meja.

Gimana Soal Harga? Sangat Ramah di Kantong!
Salah satu keunggulan kuliner daerah seperti ini adalah harganya yang tidak membuat kantong bolong. Kamu tidak perlu khawatir merogoh kocek terlalu dalam untuk porsi yang bikin kenyang.
- Kupat Glabed + 3 Tusuk Sate Blengong: Sekitar Rp30.000 per porsi.
- Sate Blengong Tambahan: Sekitar Rp7.000 – Rp9.000 per tusuk (tergantung pilihan sate daging atau sate jeroan/tulang).
- Minuman (Teh Manis / Jeruk Warm): Sekitar Rp4.000 – Rp6.000.
- Tahu Tegal Warm (Camilan Pelengkap): Sekitar Rp10.000 – Rp15.000 per porsi isi beberapa potong.
Dengan total bajet tidak sampai Rp40.000 per orang, kamu sudah bisa menikmati hidangan khas lengkap dengan minuman hangatnya.
Baca juga :
Jangan Lupa Sisi Lainnya: Camilan Hangat Sebagai Penutup
Mumpung lagi berada di area Alun-Alun Brebes, ada satu pengalaman kuliner kecil yang sayang kalau dilewatkan begitu saja. Setelah selesai menyantap kupat glabed, coba cari penjual tahu aci tegal hangat di sekitar area alun-alun.
Tahu tegal yang disajikan langsung dari penggorengan—masih panas, renyah di luar, gurih dengan adonan aci di dalamnya—menjadi makanan penutup (camilan) yang pas. Dicocol dengan sambal kecap pedas manis, rasanya benar-benar melengkapi malam perburuan kuliner kami di batas kota Brebes dan Tegal ini.

Kelebihan dan Kekurangan Kuliner Hj. Inah
Agar kamu punya gambaran yang objektif sebelum datang meluncur ke lokasi, berikut ringkasan kelebihan dan hal yang perlu dipertimbangkan:
Kelebihan:
- Cita Rasa Autentik: Bumbu rempah kuah glabed meresap sempurna dan tekstur daging blengongnya empuk.
- Porsi Mengenyangkan: Ukuran tusukan sate tergolong panjang dan potongan ketupatnya padat.
- Harga Terjangkau: Sangat ramah untuk dompet wisatawan maupun rombongan keluarga.
- Lokasi Strategis: Berada di pusat kota/Alun-Alun Brebes, mudah diakses kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kekurangan:
- Kapasitas Tempat Terbatas: Saat jam makan malam di akhir pekan, tempat duduk tendon sering kali penuh dan perlu sedikit mengantre.
- Karakter Kuah Bersantan: Bagi kamu yang menghindari makanan bersantan pekat atau tinggi kolesterol, porsi kuahnya mungkin terasa agak berat di perut.
- Parkir Saat Peak Season: Karena lokasinya di alun-alun, mencari titik parkir mobil saat akhir pekan bisa sedikit membutuhkan usaha ekstra.
Baca Juga :
Wisata Kuliner Legendaris Jogja: 10 Tempat Makan Ikonik yang Bertahan Puluhan Tahun
Tempat Ini Cocok (dan Kurang Cocok) untuk Siapa?
- Sangat Cocok Untuk: Pemburu kuliner lokal (foodies), wisatawan melintas (road tripper Pantura), keluarga yang ingin makan santai, serta siapa saja yang penasaran dengan olahan daging unik khas Nusantara.
- Kurang Cocok Untuk: Kamu yang mencari tempat makan ber-AC (indoor fine dining) atau sedang menjalani diet ketat rendah santan dan kolesterol.
Tips Praktis Agar Kunjunganmu Makin Maksimal
- Datang Mulai Jam 5 Sore: Warung biasanya mulai buka menjelang malam. Datang di awal waktu buka membuatmu lebih mudah mendapat tempat duduk tanpa perlu mengantre lama.
- Pilih Jenis Sate yang Sesuai Selera: Selain sate daging blengong, biasanya tersedia juga sate kulit, usus, atau tulang muda. Tanyakan ke penjual jika kamu punya preferensi tekstur tertentu.
- Minta Kuah Dipisah (Opsional): Jika kamu tidak terlalu suka ketupat yang terlalu banjir kuah kental, kamu bisa meminta penjual menyajikan kuah glabed secara terpisah.
- Siapkan Uang Tunai: Walaupun beberapa pedagang sudah mulai menerima pembayaran digital, menyediakan uang tunai pecahan kecil akan sangat memudahkan proses transaksi di area kaki lima Alun-Alun.
FAQ Seputar Sate Blengong dan Kupat Glabed
Apakah daging blengong terasa amis seperti bebek pada umumnya?
Tidak. Proses pengolahan ungkep dengan bumbu rempah yang kaya membuat aroma amis khas unggas hilang sepenuhnya, menyisakan rasa gurih dan serat daging yang lembut.
Apakah lokasi Sate Blengong Hj. Inah mudah dijangkau dari stasiun?
Ya, lokasinya berada di area Alun-Alun Brebes, hanya berjarak sekitar 5–10 menit menggunakan kendaraan dari Stasiun Kereta Api Brebes.
Buka jam berapa Sate Blengong Hj. Inah di Alun-Alun Brebes?
Umumnya mulai beroperasi dari sore hari sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 22.00 WIB (atau sampai porsi habis).
Rekomendasi Praktis
Jika kamu sedang melakukan perjalanan menyusuri jalur Pantura atau berwisata di area Tegal-Brebes, Sate Blengong Kupat Glabed Hj. Inah di Alun-Alun Brebes adalah destinasi kuliner malam yang sangat wajib disinggahi.
Dengan modal di bawah Rp40.000 per orang, kamu sudah bisa menikmati kombinasi rasa rempah Nusantara yang autentik, mengenyangkan, dan tidak akan kamu temukan di kota-kota lainnya. Pastikan kamu datang dengan perut kosong agar bisa menikmati semangkuk kupat glabed hangat, beberapa tusuk sate blengong, serta camilan tahu tegal goreng sebagai penutupnya!
Perjalanan kuliner dan petualangan seru kamu tidak boleh berhenti sampai di sini saja! Biar tidak ketinggalan informasi makanan terbaik dan rekomendasi tempat wisata lainnya, pastikan kamu selalu cek RINFOODDIARY.COM. Selain itu, biar rencana liburanmu makin sempurna, langsung saja amankan tiket wisata, hotel nyaman, hingga tiket perjalanan kamu lewat TRIP.COM. Yuk, persiapkan petualangan seru berikutnya sekarang juga dan sampai jumpa di cerita rasa dan informasi wisata selanjutnya!
